
Sang Pengembara
Berawal dari embun pagi yang menetes didepan atap rumahku,ku melangkah pergi untuk mencari sebuah hakikat kehidupan.Ditemani sedikit embun pagi dan kabut tebal yang menguasai jalanan menemani tiap langkahku.Dan hati berharap untuk menemukan sebuah ketenangan.
Sesampainya di sebuah padepokan tua yang berdiri sekitar abad ke 18 oleh para santri yang dibantu masyarakat sekitar dan dipimpin oleh Alm.Kyai Syamsudin ( Sekarang kepemimpinannya sudah diganti oleh K.H El-djunaidi ) dan diberi nama ITIHADUL MUSLIMIN...
Ku mencoba untuk ikut berpartisipasi dan memetik ilmu yang berada dalam padepokan tersebut.Bukan hanya itu, ku juga senang dapat betemu para pengembara dari berbagai pelosok negeri yang berbeda tetapi mempunyai maksud dan tujuan yan sama yaitu mencai ilmu untuk bekal hidup.
Di awal perjalanan ku sudah sering banget bertemu para musuh yang dapat mempengaruhi manusia untuk melakukan perbuatan yang buruk,bahkan mereka muncul dalam bentuk yang berbeda-beda dan dapat merasuki jiwa hidup manusia.Tapi aku tidak boleh menyerah menghadapi musuh itu karena aku mempunyai MOTTO "hidup matiku hanya untuk Allah" dan harus melaksanakan amal ma`ruf dan nahi munkar....
Ku mencoba untuk ikut berpartisipasi dan memetik ilmu yang berada dalam padepokan tersebut.Bukan hanya itu, ku juga senang dapat betemu para pengembara dari berbagai pelosok negeri yang berbeda tetapi mempunyai maksud dan tujuan yan sama yaitu mencai ilmu untuk bekal hidup.
Di awal perjalanan ku sudah sering banget bertemu para musuh yang dapat mempengaruhi manusia untuk melakukan perbuatan yang buruk,bahkan mereka muncul dalam bentuk yang berbeda-beda dan dapat merasuki jiwa hidup manusia.Tapi aku tidak boleh menyerah menghadapi musuh itu karena aku mempunyai MOTTO "hidup matiku hanya untuk Allah" dan harus melaksanakan amal ma`ruf dan nahi munkar....


